Pages

Kamis, 18 November 2010

Type Custom 180 Built

desain villa, bangun rumah, type 180, interior, minimalis
Tampak Depan (seperti pd design 3D)

desain villa, bangun rumah, type 180, interior, minimalis
Tampilan Interior




 

Ini adalah contoh hasil pengerjaan Rumah Type 180 Custom milik pak Bagus Ariawan. Dari beberapa foto diatas (diambil menggunakan kamera HP saja hasilnya sudah begitu bagus apalagi kalo pake Kamera beneran..he3) dapat dilihat detail kerapian pengerjaan bangunan. Bangunan ini menggunakan pemasangan banyak kaca pada dinding agar bangunan terkesan luas dan view sawah yang terbentang di sekitar rumah terlihat dengan jelas dan indah. 

Dengan demikian maka kami tidak hanya memperlihatkan desain yang tampak indah tetapi benar-benar mengutamakan detail dan hasil akhir bangunan agar tampak seindah gambar 3 dimensinya.

    Senin, 08 November 2010

    Desain Villa Type 85





    desain villa, bangun rumah, type 85, interior, minimalis
    Desain Villa 85 (tampak depan)
    desain villa, bangun rumah, type 85, interior, minimalis
     Tampilan interior

    Spesifikasi Villa:
    Luas Bangunan 85 m2
    Luas Tanah 200 m2
    Biaya Pembangunan : ±Rp 405 Juta* 370 Juta* (Termasuk Pagar, Ins Listrik& air, IMB, kolam, bangunan saja tanpa tanah) 

    Ini adalah desain Villa dari Emporio milik klien kami Pak Komang Setiawan. Villa ini dibangun diatas tanah seluas 2 are dan memiliki 2 bedroom, sebuah dapur, bar dan kolam renang di halaman belakang. Desain ini untuk menjawab kebutuhan pak Komang akan sebuah rumah kecil tapi dengan ruang yang nyaman dan luas. Tim kami datang dengan desain ini, termasuk dengan pintu belakang lipat selebar 6 meter tanpa column, yang berfungsi untuk eksplorasi pemandangan sawah yang alami pada bagian belakang villa ini.



    desain villa, bangun rumah, type 85, interior, minimalis
    Tampak Belakang + Ponds
    Perkiraan biaya untuk membangun tipe villa seperti ini, untuk bangunan maupun kolam adalah sebesar 3 juta/m2. Sedangkan untuk biaya pemasangan pagar, listrik, air, IMB dll akan disesuaikan dengan ukuran dan kondisi tanah. Tanah yang diperlukan untuk bangunan ini sekitar 2 are.

    Spesifikasi teknis bangunan sbb:
    Pondasi: Batu Kali, pondasi Plat Beton
    Struktur: Beton Bertulang
    Dinding : Batu Bata Plester dicat
    Cat Property (pada tembok luar dalam)
    Konstruksi Atap & Plafon: Baja Ringan jenis UKA
    Genteng : Genteng Plat Gemini
    Lantai : Granito atau Granite Sincere
    Kayu Bengkirai
    Fitting Lampu Downlight 

    Demikian desain dan spesifikasi villa type 85 ini. Jika tertarik untuk membangun rumah seperti ini anda bisa menghubungi kami disini.Have a nice weekend :)

    Rabu, 27 Oktober 2010

    Sistem Informasi Developer Properti V1 (SID PRO V1)

    Sistem Informasi Developer Properti V1 (SID PRO V1)
    menjawab semua impian Penjualan Bisnis Property anda !!!

    Apa guna SID PRO V1 ini?
    Adalah Sistem informasi pemasaran yang memudahkan Anda untuk membuat Laporan Pemasaran
    hanya dengan 1 klik saja berupa :
    ===================

    1. Database Konsumen
    2. Omzet Penjualan
    3. Total Piutang
    4. Piutang Per Konsumen
    5. Monitoring Piutang Konsumen


    keunggulan SID
    ==================
    1. Kwitansi secara outomatis
    2. laporan mengunakan Standar Developer di Indonesia
    3. dilengkapi dengan banyak pilihan cara pembayaran
    4. bagi konsumen yang terlambat cicilan bisa langsung diketahui
    5. software ini sangat ringan, karena hanya berukuran 28 MB
    6. keamanan data yang sangat terjaga, karena kami simpan didrive D untuk databasenya
    7. mampu menampung omzet hingga milyaran rupiah
    8. tampilan yang mudah dipahami karena mungunakan bahasa indonesia
    9. software ini dibuat dari studi lapangan yang ada, sehingga sesuai kebutuhan data penjualan anda
    10.harga sangat murah, bandingkan dengan software yang semisal yang laennya
    11.terasa belum menikmati jualan property anda kalau belum menggunakan Software yang satu ini

    => petunjuk penggunaan



    AD | atas nama Manajemen Symbiosis Media Comm

     silahkan pesan SID di sini http://sid-properti.com


    terimakasih

    Jumat, 24 September 2010

    Istilah dalam Email

    Untuk penulisan yang efektif dalam e-mail, sering digunakan singkatan umum (common acronyms). Tetapi yang menjadi masalah adalah tidak semua orang familiar dengan singkatan tersebut apalagi tahu artinya.

    Berikut ini adalah beberapa singkatan yang sering digunakan dalam penulisan e-mail, mailing list, dan forum di internet berikut dengan artinya.

    1. AFAIK : As Far As I Know
    2. ASAP : As Soon As Possible
    3. BTW : By The Way
    4. ATM : At The Moment
    5. BRB : Be Right Back
    6. CMIIW : Correct Me If I'm Wrong

    7. CU : See You
    8. FWIW : For What It's Worth
    9. FYA : For Your Amusement
    10. FYI : For Your Information
    11. GTG : Got To Go
    12. IMHO : In My Humble Opinion
    13. JIC : Just In Case
    14. LOL : Laughing Out Loud
    15. OIC : Oh, I See..
    16. OMG : Oh, My God
    17. OOT : Out Of Topic
    18. OTW : On the Way
    19. PM : Private Massage
    20. RSN : Real Soon Now
    21. TIA : Thanks In Advance
    22. TOS : Term Of Service

    Sementara cukup sampai di sini dulu, akan saya update Jika saya menemukan common acronyms yang lain, Semoga bermanfaat.


    nb : dari berbagai sumber

    Pajak-Pajak dalam Jual Beli Properti

    Dalam dunia bisnis apapun, kita tidak akan lepas dari dunia perpajakan. Dan dalam setiap transaksi jual beli properti tentunya akan mengandung kewajiban pembayaran pajak. Pajak-pajak tersebut akan dikenakan kepada pembeli maupun penjual.
    Berikut adalah pajak-pajak yang biasa dikenakan dalam transaksi jual beli properti.
    BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan)

    BPHTB akan dikenakan kepada Pembeli dan dibayarkan ketika terjadi peralihan hak atau penandatanganan Akta Jual Beli di Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pembayaran dapat dilakukan di Bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran pajak dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.
    Cara menghitung BPHTB adalah sebagai berikut :
    BPHTB = (Harga Jual – Faktor Tidak Kena Pajak*) x 5%
    )* Faktor Tidak Kena Pajak di setiap daerah berbeda.
    Pph Final (Pajak Penghasilan Bersifat Final)
    Pph Final akan dikenakan kepada Penjual apabila Penjual adalah perseorangan atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Untuk Penjual adalah Perusahaan atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), maka tidak dikenakan Pph Final. Pph Final hanya akan dikenakan apabila nilai transaksi jual beli lebih dari Rp. 59.999.999,99 (lima puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan rupiah).
    Sama dengan BPHTB, Pph Final dibayarkan ketika terjadi peralihan hak atau penandatanganan Akta Jual Beli di Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pembayaran dapat dilakukan di Bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran pajak dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.
    Cara menghitung Pph Final adalah sebagai berikut :
    Pph Final = Harga Jual x 5%
    PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
    PPN akan dikenakan kepada Pembeli, dipungut oleh Penjual dengan catatan Penjual adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan atau penghasilan dari penjualan properti melebihi Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) per tahun. PPN dipungut pada saat penerimaan uang muka maupun pelunasan dan dibayarkan selambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.
    Cara menghitung PPN adalah sebagai berikut :
    Apabila harga jual TIDAK TERMASUK PPN
    PPN = Harga Jual x 10%
    Atau
    Apabila harga jual TERMASUK PPN
    PPN = (Harga Jual : Dasar Pengenaan Pajak*) x 10%
    )* Dasar Pengenaan Pajak adalah faktor pembagi harga jual sebesar 1,1 atau 110%
    Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). NJOP dapat dilihat pada lembar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Apabila NJOP lebih besar dari nilai transaksi maka dasar perhitungan pajak menggunakan NJOP begitu pula sebaliknya.



    nb : dari berbagai sumber

    Kamis, 19 Agustus 2010

    8 Tips Memulai Bisnis Developer Properti

    8 Tips Untuk Belajar jadi Develover pemula
    Tips 1 :
    Belajar dari buku-buku, seminar, kursus, dan berbicara dengan pengembang properti lainnya.
    Segala sesuatu ketika kita akan memulai usaha apapun pasti harus di cari info dan ilmunya terlebih dahulu. Oleh karena itu mulailah dengan membaca referensi yang berkaitan dengan bisnis developer, diantaranya buku the property developer dimana di sana dibahas sangat lengkap dan mengajarkan step by step bagi pemula. Ingin tau ttg ebooks the property developer ? klik disini
    Jalin silaturahmi dengan teman-teman yang sudah menjalani bisnis ini. Ambil ilmu dan informasi dari mereka sebanyak-banyaknya, sehingga bisa dijadikan acuan kita untuk melangkah ke depan.
    Gabung dengan komunitas bisnis properti seperti PU (property university), PKP (perguruan kungfu property), milis properti (yukbisnisproperti)

    Tips 2 :
    Lihat apa yang pengembang properti lainnya lakukan.
    ATM = amati, tiru, modifikasi. Prinsip ini saya rasa sudah banyak yang menerapkan. karena manusia hidup di dunia ini pada dasarnya adalah meniru yang sudah ada. Begitupun dengan bisnis developer ini, sering-seringlah main atau kunjungi perumahan-perumahan yang sudah ada, amati kelebihan mereka apa, cari informasi penjualan mereka sold out berapa lama, bangunan rumah yang paling banyak di sukai konsumen seperti apa, sehingga hal ini akan menambah referensi kita ketika akan membuat sebuah perumahan.

    Tips 3 :

    Jangan trendsetter – mengembangkan apa yang menjual, bukan apa yang Anda sukai. Buatlah perumahan yang sesuai dengan permintaan pasar, jangan yang anda suka. Karena rumah itu untuk konsumen bukan untuk kita. targeting & segmentasi pasar betul-betul harus di perhatikan, Siapa sasaran kita? konsumen seperti apa pasar kita? sehingga hal ini akan berpengaruh kepada harga jual, type rumah, sistem pemasaran dan lain sebagainya.

    Tips 4 :
    Pahami rencana pembangunan daerah di mana Anda sedang membangun. Setiap pemerintah daerah yang berbeda memiliki peraturan yang berbeda.
    Cari informasi mengenai peraturan yang berlaku di daerah yang akan kita kembangkan. Setiap daerah memiliki kebijakan berbeda, oleh karena itu ketika sudah menemukan lokasi yang cocok, segera cari informasi mengenai perizinan dan kebiasaan yang berlaku di daerah tersebut. Hal ini untuk memudahkan langkah kita ke depannya. Misalnya mulai dari izin warga, IMB, IPPT, dll.

    Tips 5:
    Manfaatkan bank Anda atau dana lain yang terlibat dalam setiap tahap perkembangan Anda. Cari relasi sebanyak-banyaknya, baik dengan bank, mulailah membangun jaringan. memang memulai kerjasama dengan bank tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin, oleh karena itu harus di awali dengan proyek pertama. Jika proyek pertama ini berhasil, maka kerjasama pasti akan berlanjut ke proyek-proyek selanjutnya. create your brand-buat nama baik anda di bank sehingga hal ini akan memudahkan link ke depannya.

    Tips 6:
    Pastikan Anda memiliki cukup uang untuk menutupi bunga dan biaya lainnya selama 12 sampai 15 bulan antara membeli tanah dan menjual atau menyewakan properti.

    Tips 7 :
    Apakah dana yang tersedia untuk menutupi kejadian tak terduga dan penundaan. DI sini cashflow yang bermain. Masalah keuangan adalah masalah yg harus terus di pantau karena semuanya berkaitan dengan dan. Mulai pembayaran ke kontraktor, investor, pembayaran tanah, penggajian karyawan, dsb.


    8. terakhir seperti kata mbah purdi 9A ... action ... action ... dan action.. karena proyek pertama tak akan ada jika tidak di mulai dari sekarang. so... tunggu apalagi, keep moving & semangat.


    sumber: yukbisnisproperti (aryo diponegoro)

    Tukang Kebun dan Penjaring Kupu-kupu

    Ada 2 orang teman, yang satu adalah tukang kebun dan yang satu
    berprofesi sebagai penjaring kupu-kupu.

    Penjaring kupu-kupu berangkat setiap hari ke hutan dengan jaringnya
    untuk menangkap kupu-kupu. Ia mengejar ke sana ke mari untuk
    mendapatkan kupu-kupu.

    Di akhir hari ia duduk beristirahat dan menghitung kupu-kupu hasil
    tangkapannya untuk dijual kepada kolektor.

    Meskipun melelahkan, ia cukup senang dengan hasilnya itu yang bisa
    digunakan untuk menyambung hidup sehari-hari.


    Sekali-sekali ia mampir ke kebun temannya si tukang kebun. Ia prihatin
    dengan kehidupan temannya itu. Tak seekor pun kupu-kupu ia peroleh
    dari pekerjaannya itu.

    Tukang kebun ini begitu rajin dan telaten merawat kebunnya. Ia tanami
    dan rawat setiap jengkal tanah dengan yang penuh dengan aneka tanaman
    dan bunga.

    Ia belum mendapat apa-apa dari hasil usahanya itu. Berbeda dengan
    temannya penjaring kupu-kupu itu. Ia seorang yang sabar. Ia tetap
    melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati.

    Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kebunnya telah berubah
    menjadi taman bunga yang indah sekali. Satu per satu kupu-kupu
    hinggap di tanamannya.

    Hari demi hari makin banyak kupu-kupu yang berkeliaran di sana .
    Jumlahnya sampai ribuan.

    Tukang kebun senang. Dengan mudah ia bisa menangkapi kupu-kupu.
    Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan tangkapan temannya.

    Dalam satu hari, hasil tangkapannya jauh lebih banyak dibandingkan
    dengan hasil tangkapan temannya berbulan-bulan.

    Ia sangat senang. Sekarang ia dapat hidup dengan tenang dan sejahtera.
    Karena ingin punya banyak waktu dengan keluarga, ia pun mempekerjakan
    asisten untuk menangkap kupu-kupu dan merawat taman. Ia hanya
    sekali-sekali mengunjungi taman itu.

    Ia juga punya rencana lain. Ia ingin membuat banyak taman serupa di
    berbagai tempat.

    PS: Cerita ini saya dapatkan beberapa tahun lalu dari bukunya Roger
    Hamilton , Wink and Grow Rich.

    sumber : milis tda depok - badrony yuzirman (founder komunitas tda)