Pages

Tampilkan postingan dengan label leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label leadership. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Miliki Giginya Dulu, Barulah Bisa Unjuk Gigi


Seberapa penting arti ‘gigi’ bagi Anda? Secara harfiah, gigi sangat bermakna untuk menjalani hidup kita. Bayangkan seandainya kita tidak punya gigi. Bukan hanya sulit mengunyah makanan, tetapi sudah pasti ‘wajah’ kita pun tidak terlihat indah. ‘Gigi’ juga memiliki makna kiasan. Seseorang yang tidak lagi memiliki pengaruh, misalnya; sering disebut ‘tidak punya gigi’, atau bahkan diidentikkan dengan ‘macan ompong’. Sebaliknya, menunjukkan keunggulan diri sering disebut ‘unjuk gigi’. Maka beruntunglah orang-orang yang memiliki gigi, karena dengan gigi itu dia tidak hanya bisa mengunyah, tetapi bisa menunjukkan siapa dirinya yang sesungguhnya. Pertanyaannya; bagaimana caranya agar kita memiliki gigi?

Anak bungsu saya mendapatkan serangan demam yang tinggi. Sambil mencoba untuk tetap tenang kami memberinya obat penurun panas. Keesokan harinya, secara ajaib dia sembuh seperti sedia kala. Di pagi hari itu, dia berlari kearah saya dan berkata;”Ayah, lihat gigiku tumbuh lagi!” Katanya. Oh, rupanya panas demam yang dialaminya kemarin karena hendak tumbuh gigi. Sebuah gigi seri yang mungil lagi lucu menyembul di gusi depannya. Gigi itu menggantikan gigi susu yang telah tanggal beberapa hari sebelumnya.

Mari perhatikan; gigi yang kita miliki ini, tidak tumbuh begitu saja. Untuk mendapatkannya kita harus melewati fase serangan demam yang tinggi. Maka boleh jadi, untuk mendapatkan ‘gigi’ dalam arti kiasan kita harus melewati masa-masa yang tidak menyenangkan terlebih dahulu. Gigi kiasan kita mewujud dalam beragam manifestasi. Misalnya, jabatan yang tinggi. Atau pendapatan yang besar. Atau keterampilan yang handal. Untuk mendapatkan semuanya itu, kita harus berani memasuki fase demam panas-dinginnya. Oleh sebab itu, maka setiap orang yang ingin dirinya sukses harus bersedia untuk menempuh lekuk likunya perjuangan meraih kesuksesan itu. Mereka yang enggan menjalani kesulitan, tidak akan pernah bisa sampai kepada pencapaian yang bermakna dalam hidupnya. Dia hanya akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Hal ini juga menjadi isyarat agar kita tetap tangguh dikala berada dalam situasi yang serba sulit, atau cobaan hidup yang datang silih berganti. Karena boleh jadi, saat kesulitan itu berlangsung; didalam diri kita sedang terjadi proses tumbuh kembangnya ‘gigi-gigi’ kehidupan yang akan meningkatkan kualitas pribadi kita. Dengan demikian, maka setelah berhasil melewatinya; kita bisa tampil menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Artinya, kita sudah pantas untuk ‘unjuk gigi’. Seandainya kita menolak melewati kesulitan dan tantangan itu, maka ‘gigi’ kita tidak bisa tumbuh. Sehingga, kita tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk unjuk gigi seperti mereka yang memiliki keberanian dan ketegaran dalam menjalani ujian hidup. Maka beranilah dalam menghadapi hidup. Karena hidup yang penuh tantangan itu sedang menumbuhkan gigimu.

Seminggu kemudian, anak saya kembali diserang demam lagi. Kali ini panasnya sangat tinggi. Saking tingginya, sampai-sampai dia tidak lagi bisa bergerak. Obat penurun panas hanya mampu meredakan demamnya beberapa menit saja. Biasanya, meskipun dalam keadaan sakit dia masih bisa bermain ini dan itu. Tapi kali ini, dia benar-benar dibuat tidak berdaya. Bahkan untuk sekedar berbicara pun dia sudah tidak lagi bisa. Teringat akan wabah demam berdarah yang sedang melanda di wilayah kami, maka saya sungguh-sungguh mewaspadai gejala-gejalanya. Keesokan harinya, tidak ada tanda-tanda jika panasnya mereda. Dua hari sudah keadannya menjadi semakin berat saja. Di hari ketiga, sama sekali tidak ada perbaikan.

Ketika hasil laboratorium tidak menunjukkan adanya kelainan khusus, maka pasti ada penyebab lain hingga sakitnya sedemikian beratnya. Namun kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu sambil terus waspada. Dalam penantian selama 3 hari itu, anak saya terus mengigau dan gelisah. Saat badannya di pegangpun dia merasakan sakit yang tidak tertahankan. Ajaibnya, di hari ke-4, anak saya bisa bangun pagi dengan segar bugar seolah tidak mengalami sakit sebelumnya. Saya benar-benar penasaran. Maka saya mencoba memeriksa gusinya. Tidak ada gigi seri yang tumbuh seperti sebelumnya. Lalu saya memeriksa lebih dalam, ternyata; diujung lorong mulut anak saya ada benjolan besar berwana merah. Di tengah benjolah itu menyembul sebuah titik putih yang keras. Gigi graham. Sekarang saya mengerti apa yang terjadi.

Ternyata sumber penderitaannya selama 4 hari itu adalah proses tumbuh gigi graham.  Menyimak kejadian itu, saya tiba-tiba tersadarkan bahwa proses tumbuh gigi graham lebih menyakitkan daripada gigi seri. Semua gigi seri yang kita miliki berfungsi untuk menggigit dan meningkatkan estetika. Sedangkan graham adalah gigi yang yang memiliki kekuatan yang paling besar diantara semuanya. Dia tidak terlihat dari luar, namun perannnya untuk hidup kita teramat sangat besar. Tanpa graham, fungsi mengunyah kita terganggu. Tentu kita akan sakit saat menelan, dan proses pencernaan tidak bisa berjalan secara efektif.

Rupanya melalui anak saya, Tuhan ingin menegaskan bahwa untuk mampu membangun kekuatan terbesar didalam diri saya; maka saya harus bersedia membayar dengan harga yang lebih besar. Untuk bisa menjadi pribadi yang benar-benar tangguh maka saya harus rela menjalani gemblengan, tantangan, cobaan dan ujian yang semakin berat.  Oleh sebab itu, mulai saat itu; saya belajar untuk bergembira saat menghadapi situasi yang menyakitkan. Karena saya percaya, dibalik rasa sakit yang saya alami, tersembunyi sebuah jalan untuk meningkatkan kekuatan dan daya diri saya. Dari peristiwa itu, saya belajar untuk menjauhi cengeng dan mendekati sifat tegar. Dengan begitu, saya berharap suatu saat nanti saya bisa memiliki gigi-gigi yang kokoh, sehingga saya akan sampai kepada saat dimana saya; sudah boleh untuk ‘unjuk gigi’.

Mari Berbagi Semangat!
sumber : milis forum EA
penulis : Dadang Kadarusman  - Natural Intelligence Contemplator
Follow DK on Twitter @dangkadarusman - www.dadangkadarusma n.com

Catatan Kaki:
Sakit dan perih ini, tidak lebih dari sekedar sebuah tanjakan untuk mendaki dari kualitas diri saat ini, menuju ke tingkatan kualitas pribadi yang lebih tinggi

Kamis, 17 Maret 2011

Benarkah kita sudah siap menjadi Pengusaha?

Benarkah kita sudah siap menjadi Pengusaha?

"Kamu belum siap jadi pengusaha Wan, kamu hanyalah seorang pekerja" demikian perkataan Guru saya tiga tahun silam tatkala saya terpuruk pada waktu itu.

"Bagaimana mungkin? Aku sudah punya usaha, tapi hancur sudah ketika Maling itu merampok tokoku. Bagaimana agar diriku bangkit lagi, guru? Aku tidak punya uang,Aku tidak punya ijazah, Bahkan hutangku banyak sekarang. Aku malu, guru"

"Itulah maksud saya,Wan. Ketika kamu terpuruk, kamu kini ingat lagi dengan ijazah untuk mencari kerja. Itulah tandanya kamu masih belum siap mental jadi pengusaha"


Sekejap, pernyataan Romo Guru saya pada waktu itu menghentakkan jiwa.
"Ternyata memang benar, aku belum siap jadi pengusaha."

"Ketika hutangku ratusan juta. Ketika tidak ada yang bisa membantu diriku. Aku lari dari kenyataan bahwa aku seorang pengusaha. Kenapa pula fikiranku malah mengajak diriku untuk harus kembali jadi pekerja?"

"Dimana mental pengusaha yang ada? Apakah benar aku tidak siap menjadi pengusaha?"

Rentetan pertanyaan diatas menghiasi diri tiga tahun silam ketika badai menggoncang bisnis saya.

Saat itu yang terfikirkan adalah bagaimana bisa mengembalikan hutang-hutang bisnis yang terlampau banyaknya.

Berbagai cara saya lakukan agar hutang-hutang lunas, termasuk menjadi pekerja dengan upah tak lebih dari sejuta perbulannya.

Beruntung, saya dipertemukan kembali dengan Romo Guru yang menegur tindakan saya tersebut. Sehingga saya menemukan kembali pathway dalam merintis kesuksesan dalam dunia wirausaha

Walau kisah ini ditujukan untuk saya pribadi, izinkan saya berbagi kisah ini untuk para sahabat pembaca semua.

Tidak sedikit para pengusaha yang mutung di tengah jalan. Bahkan ada survey yang mengatakan bahwa 8 dari 10 bisnis akan bangkrut di 5 tahun pertama. Bahkan adapula yang mengatakan 9 dari 10 malahan.

Terlepas dari angka mana yang benar, ada suatu kesimpulan bahwa memulai dunia usaha bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan daya juga yang tinggi disana.

Karena ketika mereka mengalami hambatan dan rintangan, tidak sedikit dari mereka yang malah kembali menjadi pekerja dan KAPOK untuk menjadi pengusaha.

"untung tidak seberapa, malah hutang yang diderita" demikian banyak pengusaha pemula yang berjatuhan berkata

Memang tidak mudah menjadi pengusaha kalau tidak diiringi dengan MINDSET PENGUSAHA yang tepat.

Oleh karena itu, sebelum menjadi PENGUSAHA mari memulainya dengan MINDSET yang tepat.

Agar ketika mendapatkan ujian dalam dunia USAHA malah itu menjadi sebuah TANTANGAN yang melesatkan diri Anda menjadi lebih sukses lagi kedepannya

Salam sukses senantiasa



sumber : milis fren BC

Sabtu, 17 Oktober 2009

Cara Tercepat Meraih Kepemimpinan adalah Pemecahan Masalah (Materi LI sesi 5)

Hidup merupakan serangkaian dari masalah ke masalah yang harus kita selesaikan. Begitupun sebagai seorang pemimpin, pemecahan masalah merupakan jalan tercepat dalam meraih kepemimpinan.
Kenapa ???
Karena dengan masalah akan membuat orang berpikir dan berusaha mencari jalan solusi untuk setiap masalahnya. Tapi sebelumnya mengapa orang tidak berprestasi spt seharusnya ??

Ada beberapa kemungkinan kenapa orang tidak bisa berprestasi sebagai mana mestinya.
1. Mereka tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan, sehingga mereka tidak punya prioritas atau skala hidup dalam hidupnya.
2. Mereka tidak tahu melakukannya
3. mereka tidak tahu mengapa harus melakukannya
4. ada rintangan - rintangan di luar kendali mereka
" jika orang gagal mencapai prestasi tertingginya, maka semua merupakan kegagalan dan tanggungjawab pemimpinnya."
Kecenderungan manusia dalam menghadapi masalah diantaranya yaitu :
- masalah akan selalu ada dimana-mana, kapan saja, dimana saja sampai pada tingkat kesulitan
- orang tidak menyukai masalah sehingga mereka berusaha menghindar dari masalah itu
- inilah kesempatan bagi anda untuk memegang kendali dan memipin serta memecahkan masalah sekaligus melatih mereka agar mampu memecahkan masalah mereka sendiri.

Kemana orang berpaling ketika mereka memiliki masalah :
anggota keluarga 55% , teman-teman 42%, kitab suci 39 %, buku2 lain 22 %, ulama/pendeta 15%, kaset dari pemimpin 6%, bos/majikan 5%, konselor profesional 4%.

Dalam menghadapi masalah yang menjadi masalah seringkali bukan masalahnya, tetatpi yang terjadi dalam diri yang menentukan bagaimana menghadapi masalah dan justru yang itulah masalah yang lebih besar daripada masalah yang dihadapi. orang yang sukses berdasarkn survei 25 % orang cacat, 75 % lahir dalam kemiskinan, dan dari keluarga berantakan. Mengapa ???? karena mereka mengatasi masalah-masalah mereka sedangkan orang-orang pecundang ditenggelamkan o/ masalah mereka.
Suatu ujian masalah bagi seorang pemimpin adalah kemampuan untuk mengenali sebuah masalah sebelum menjadi suatu keadaan darurat.
1. mereka merasakan sebelum melihatnya (instuisi)
2. mereka mulai mencari dan mengajukan pertanyaan2 (rasa ingin tahu)
3. Mereka mengumpulkan data (memproses)
4. mereka berbagi perasaan dan penemuan dengan bbrp rekan yang dipercaya (berkomunikasi)
5. mereka mendefinisikan masalah itu (menulis)
6. mereka memeriksa sumber-sumber dayanya (mengevaluasi)
7. mereka membuat suatu keputusan (memimpin)

Selasa, 18 Agustus 2009

Unsur Terpenting dalam Kepemimpinan : INTEGRITAS (Materi LI sesi 3)

Bahasan kita kali ini adalah INTEGRITAS. Kalau disederhanakan Integritas seperti garam dalam sayuran, atau bisa di artikan sebagai pelengkap. Tapi jika kepemimpinan tidak ada integritas, maka akan hilanglah sifat kepemimpinannya. Layaknya sayur tanpa garam, tak berasa.
Kalau di bahasakan integritas bukanlah apa yang kita lakukan melainkan lebih banyak berkaitan dengan siapa kita sebenarnya, dan siapa jati diri kita sebenarnya yang pada saaat tertentu yang menentukan apa yang akan kita lakukan.

Bahasa sederhananya adalah integritas yaitu apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Karena orang-orang yang kita pimpin akan melihat sampai sejauhmana kita melaksanakan apa yang kita ucapkan, sehingga mereka akan mengikuti apa yang kita perintahkan.
Sebagai contoh :
Seorang pemimpin yang meminta bawahannya untuk datang tepat waktu, tapi di sisi lain sang pemimpin datang terlambat, efeknya orang-orang yang dipimpinnya akan datang terlambat pula, karena tidak ada contoh dari sang pemimpin.
Integritas bisa juga di artikan siapa diri kita sebenarnya. Semakin bisa dipercaya diri kita, semakin besar pula kepercayaan orang lain sehingga memungkinkan diri kita untuk memiliki hak istimewa dalam mempengaruhi kehidupan mereka.
Rahasia kebangkitan atau kejatuhan suatu organisasi salah satunya adalah karena integritas sang pemimpin.
Mengapa Integritas Penting ???
- Integritas membangung kepercayaan
- integritas memiliki pengaruh yang tinggi, orang percaya kepada kita karena dia percaya bahwa kita akan menunjukan jalan yang benar kepadanya.
- Integritas akan menghasilkan reputasi yang kokoh, bukan hanya sekedar PENCITRAAN.
- integritas membantu pemimpin untuk menjadi seorang yang dipercaya bukan karena alasan dia pintar, melainkan dia memliki sikap yang konsisten antara ucapan dan perbuatan yang dia lakukan.
Peter Bryan : "Otoritas bukanlah kekuasaan yang dimiliki para pemimpin, melainkan lebih merupakan kemampuan untuk mempengaruhi sehingga mereka mengakui dan menerima kekuasaaannya.
Setiap lembaga yang besar merupakan bayang-bayang dari pemimpinya.
Pikiran orang di rubah melalui pengamatan bukan perdebatan, karena orang melakukan apa yang lihat.
Integritas akan melahirkan reputasi yang kokoh bukan sekedar pencitraan :
- Apakah anda lebih menyukai membangun citra dibanding membangun integritas ?
- Apakah anda membuat keputusan-keputusan terbaik bagi orang lain kalaupun ada pilihan lain yang akan menguntungkan anda ?
- Apakah anda dapat menghargai orang lain atas upaya & sumbangsih mereka bagi kesuksesan anda ?

"Setiap orang akhirnya akan dikenal persis seperti apa diri kita sebenarnya, BUKAN apa yang kita upayakan supaya TAMPAK d depan orang lain.
Orang yang memiliki integritas berharap untuk dipercaya, mereka juga tahu bahwa waktu akan membuktikan bahwa mereka adalah benar da nbersedia menunggu saatnya.

kesimpulan :
Integritas adalah hasil disiplin pribadi, kepercayaan bathin, dan keputusan yang jujur sepenuhnya di segala situasi dalam kehidupan kita.
Integritas bagi seorang muslim adalah bagaimana dia menyertakan Allah dalam setiap aktifitasnya, dimana dia selalu merasa di awasi dalam setiap tingkah laku nya, sehingga dia akan senantiasa berhati-hati dalam bersikap, tidak sekedar berucap, tapi apa yang dia ucapkan adalah apa yang dia lakukan.
Tidak pernah berpura-pura atau menutup-nutupi sesuatu karena takut dinilai negatif oleh orang lain. Padahal setiap orang akan menilai kita sesuai dengan apa yang kita kerjakan.
Mudah-mudahan kita tergolong kepada orang-orang yang memilki integritas. aamiin

Senin, 27 Juli 2009

Garis Besar Kepemimpinan (Rangkuman Materi Leadership Institute)

id=
Definisi Kepemimpinan adalah PENGARUH
Kunci Menuju Kepemimpinan yaitu PRIORITAS
Unsur terpenting dalam kepemimpinan - INTEGRITAS
Ujian Tertinggi dalam kepemimpinan adalah MENCIPTAKAN PERUBAHAN YANG POSITIF
Cara tercepat meraih kepemimpinan - PEMECAHAN MASALAH
Ekstra Plus dalam kepemimpinan - SIKAP
Mengembangkan aset anda yang paling berharga adalah MANUSIA
Kualitas wajib dalam kepemimpinan adalah VISI
Label Harga kepemimpinan - DISIPLIN PRIBADI
Pelajaran Terpenting dalam kepemimpinan - PENGEMBANGAN STAF

Selasa, 21 Juli 2009

Definisi Kepemimpinan "Pengaruh"

Kali ini saya akan posting ttg materi-materi kepemimpinan. Materi ini i dapatkan dr LEadership Institute Tom Agency, dimana di sana i dididik u menjadi seorang leader selain itu i jg hrs bs menghasilkan leader-leader yang lain.
Leadership Institute ini terdiri atas 10 seri materi kepemimpinan, insya Allah semuanya akan i posting di blog ini sbg bahan masukan bagi siapapun yg sdh silaturahmi k blog ini. yuk qt mulai dg materi sesi 1, yaitu Definisi Kepemimpinan "Pengaruh"
Setiap leader jk ingin perkataannya di ikuti oleh tim yg di pimpinnya maka yg pertama kali adalah dia sendiri hrs bisa menjalankan apa yg dia katakan, sehingga tim di bawahnya akan mengikuti apa yg dia katakan.
Adapun bbrp definisi ttg pengaruh. diantaranya :

1. Setiap orang mempengaruhi seseorang
"setiap orang akan memimpin dlm bbrp hal, namun di bidang lain ia akan dipengaruhi/dipimpin o/ orang lain. Tapi dlm situasi apapun dg kelompok manapun selalu ada orang berpengaruh yang menonjol.
"perhatikan dalam kelompok tsb, saat mrk berkumpul khususnya dlm mengambil keputusan, siapa yg plg berpengaruh/dominan u diikuti pembicaraannya sbg bahan pertimbangan dlm pengambilan keputusan, disini akan mudah dilihat siapa pemimpin yg sejati.
2. Kita tidak pernah Tahu seberapa banyak kita mempengaruhi orang lain
"Cara yg paling efektif u memahami kekuatan pengaruh ialah dg memikirkan saat-saat ketika anda tersentuh o/ pengaruh seseorang/suatu peristiwa yg menentukan pilihan/keputusan menyangkut tindakan kita bahkan masa depan kita
kesan itu dpt sementara maupun seumur hidup spt yg memberi pengaruh : menyenangkan,menyembuhkan,menyakiti,meracuni,mencemari,dll
3. Investasi terbaik untuk masa depan adalah pengaruh yg tepat pd hari ini
- persoalannya bukan terletak pd apakah anda mempengaruhi seseorang/tidak, yg perlu dipastikan a/ pengaruh macam apakah anda pada orang lain?
apakah anda akan bertumbug dlm keahlian kepemimpinan anda ?
fakta bahwa kesempatan kepemimpinan itu begitu luas dan berada dlm jangkauan kebanyakan orang.
- apakah kepemimpinan anda membawa pencerahan bagi orang lain & menjadikan mereka menjadi pemimpin ?
4. Pengaruh a/ keahlian yg bisa dikembangkan
Tiga komponen segitiga kekuasaan menurut Robert Dilenschneider:
a. Komunikasi efektif
b. Pengakuan
c. Pengaruh
"mulailah berkomunikasi sec efektif, maka ia akan menuntun kpd arah pengakuan dan akhirnya akan memimpin pd pengaruh.
Qt dpat meningkatkan pengaruh qt & potensi kepemimpinan qta.

Ok, u smntara materi nya sampe sini dulu ya, bersambung ...