Pages

Tampilkan postingan dengan label pengusaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengusaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Jadi Pengusaha Sukses Mulia

Salam Dahsyat

Sukses mulia !! pasti sering mendengar kata ini kan? hayo jargon siapakah ini ?
Yup tidak salah lagi, ini adalah jargonnya sang motivator "Jamil Azzaini", dengan semangat & full senyum beliau memberikan mwejangannya di acara pesta wirausaha TDA di Smesco pekan kemarin. Peserta yang hadir seolah terbakar semangat & termotivasi untuk menjadi insan yang sukses mulia. Nah seperti apa sih pengusaha yg sukses mulia itu ? Yuk lanjutin baca nya.

Seorang pengusaha harus memiliki karakter sukses mulia. Kedua sifat itu saling melengkapi. Sukses baik secara materi dan mulai bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Tidak sedkit orang yang sudah sukses tapi tidak mulia, sehingga kesuksesannya tidak memberikan manfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Padahal sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya. Kesuksesan tidak akan bermakna tanpa ada kemuliaan.

Begitupun sifat mulia. Ini akan sangat janggal jika tidak ditopang dengan kesuksesan materi. Kita boleh beramal, membantu sesama. Hanya akan lebih sempurna jika kita memiliki sesuatu yang bisa kita berikan untuk sesama.

Rabu, 29 Juni 2011

Minus ke surplus, Mungkinkah ?

Profile kali ini yang akan ditayangkan yaitu sosok seseorang yang sangat menginspirasi bagi siapapun yang pernah bertemu maupun membaca prestasinya. Ya, beliau bergerak dari minus ke surplus.

Kegagalannya dalam bisnis menyebabkan hutang yang tidak sedikit, tapi hal ini tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berkiprah, bahkan membuatnya optimis dan membuat impian bahwa 5 tahun ke depan akan menjadi triliyuner, luar biasa. Ingin tau siapa beliau ? yuks simak tulisan berikutnya :

Masih terbayang di benak saya  peristiwa tahun 2006 saat  ia mengikuti Public Training Kubik Leadership. Di hari ketiga, pada akhir sesi, ia dengan lantang mendeklarasikan, “Dalam waktu lima tahun saya akan punya bisnis dengan aset satu triliun!” Sebuah impian yang oleh sebagian orang dianggap mustahil, apalagi ketika itu ia sedang terlilit hutang Rp 62 miliar.

Heppy Trenggono, orang yang sedang saya ceritakan ini, mengawali bisnis besarnya di alat berat. Awalnya begitu bersinar.  Sayang, ekspansinya kebablasan sehingga ia terlilit hutang, 400-an karyawannya bubar dengan membawa aset perusahaan. Hartanya terkuras habis dan ia menanggung hutang Rp62 milyar lebih.

Kegagalan itu memberinya pelajaran yang berarti. Ia tinggalkan bisnis alat berat dan beralih ke agribisnis.

Dengan bendera Balimuda, lelaki kelahiran 20 April 1967 ini, kini mengelola 80 ribu hektar lahan dengan total investasi Rp 4 triliun, tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Hutangnyapun sudah tidak menjadi beban hidupnya. Lebih dari 3000 orang menjadi karyawannya.

Bisnis sahabat sekaligus guru saya ini semakin moncer. Di bawah bendera United Balimuda Corp miliknya ia mengelola 12 perusahaan.

Dibalik sukses bisnisnya, kehidupan sosialnya pun luar biasa. Setiap pagi ia memberi sarapan kepada orang yang kurang mampu di sekitar rumahnya di Jl. Mampang, Jakarta Selatan. “Kita jangan sejahtera sendirian, kita harus mensejahterakan orang lain,” ucapnya suatu ketika.

Bukan hanya itu, pria asal Batang Jawa Tengah ini juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kemajuan dan kemandirian bangsa dengan membentuk komunitas Indonesia Islamic Business Forum (IIBF). Melalui forum yang beranggotakan pengusaha dan calon pengusaha ini ia berbagi pengalaman sekaligus memberikan pendampingan bisnis. Setiap hari kantornya didatangi para pengusaha yang ingin konsultasi bisnis.

Aksi nyata lainnya ia tunjukkan dengan menggagas Gerakan Beli Indonesia, 27 Februari 2011. Melalui gerakan ini ia mendorong anak bangsa agar membeli produk bangsa sendiri. “Karakter bangsa harus dibangun dengan mental ini,” tegasnya.

Saya bahagia bisa mengenal sosok Heppy Trenggono. Kekuatan mimpinya untuk memiliki usaha dengan aset Rp 1 triliun tanpa hutang tercapai, bahkan ia kini jauh melebihi impiannya.  Setelah sukses ia tak lupa untuk mengangkat harkat dan martabat orang lain dan bangsanya. Menurut saya, itulah kehidupan terbaiknya, kehidupan SuksesMulia…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya?

Follow saya di twitter: @jamilazzaini 

Anda tertarik bisnis property ? mau jadi developer property sukses? jangan ikuti link ini !!! 

Kamis, 19 Mei 2011

4 Modal menjadi Entrepreneur (Ternyata Bukan Uang)

Inspirasi dari Entrepreneur

Laporan oleh Hayat Mansur

Walau banyak kasus korupsi dan persoalan lainnya, ekonomi negara kita bisa tetap berjalan. Ini tentu saja berkat ada penggerak-penggerak di masyarakat yang tidak tergantung pada peraturan dan pemerintah. Mereka yang jarang diketahui orang ini disebut entrepreneur. Ini beberapa dari mereka dan upaya yang telah dilakukan untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita.
Wimar’s World Rabu malam (28/3) menghadirkan tiga orang entrepreneur yaitu Bob Sadino (pemilik supermarket Kem Chicks), Hadrijanto Satyanegara (PR Manager Patrakom), dan Fred Hehuwat (salah satu pendiri Yayasan ASHOKA Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang tidak putus asa bahkan bersemangat dan memberi contoh kepada kita. Berikut potongan percakapan mereka dengan Wimar Witoelar.


Empat Modal Entrepreneur Wimar: Katanya, Anda dulu pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi entrepreneur dengan membuka supermarket?
Bob: Sederhana saja. Saya dulu bekerja di negeri Belanda dan berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor di sini berbeda dengan telor yang saya lihat di Eropa.
Wimar: Apa bedanya?
Bob: Beda bentuknya. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.
Wimar: Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?
Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.
Wimar: Apakah Anda mempunyai banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?
Bob: Bank hanya untuk menabung saja
Wimar: Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk membangun usaha baru.
Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, pokoknya uang. Sebetulnya ada modal yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu,
  1. Harus mempunyai kemauan
  2. Tekad yang bulat
  3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana termasuk di dalam badan kita sendiri
Wimar: Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi enterpreuner. Katanya, itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?
Bob: Ketiga faktor tadi belum membuat seseorang untuk masuk menjadi enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tahan banting.

Manfaatkan Teknologi
Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?
Hadrijanto: Kita melihat ada peluang usaha dan keterbatasan saran telekomunikasi terutama di luar Pulau Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi itu bukan lagi kebutuhan sekunder tapi sudah primer. Karena itu kita berupaya membantu menyediakan sarana telekomunikasi di daerah terpencil.
Wimar: Berapa banyak dan dimana contohnya?
Hadrijanto: Di Kalimantan Timur seperti di daerah pedalaman Samarinda, Tabang. Kalau sekarang jumlahnya sekitar 150 unit
Wimar: Jadi karena daerah terpencil maka mereka mesti wireless. Jadi dipergunakan satelit.
Hadrijanto: Iya, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).
Wimar: Kuncinya di sini mahal tapi kok bisa dikerjakan dan orang tidak membayar mahal. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?
Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung itu teknologi. Kita memanfaatkan teknologi yang ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Secara kualitas memang tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah terpencil cukup memadai agar ada sarana telekomunikasi.
Wimar: Apakah investasi itu akan kembali dari sisi uang?
Hadrijanto: Mungkin bukan kembali tapi kita berusaha mencapai break event point saja. Itu sudah bagus.
Wimar: Itu mungkin perbedaannya antara perusahaan tempat Anda bekerja dengan Bob Sadino. Kalau Bob, pure entrepreneur yaitu investasi dan uang kembali. Sedangkan Anda, ada yang investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.

Social Entrepreneur ASHOKA
Wimar: Ini yang ketiga Fred Hehuwat. Dia pada 1983 mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia. Saya tahu karena turut mendirikannya, tapi saya tidak tahu kelanjutannya. ASHOKA memakai konsep social entrepreneur. Apa konsep itu dan apa yang dikerjakan Ashoka saat ini?
Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Memang lahirnya istilah social entrepreneur ini dari Ashoka. Kalau kita membandingkan sektor ekonomi dan industri yang perkembangannya sangat maju maka bidang sosial seperti pendidikan dan kesehatan tertinggal. Kalau kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial merupakan yang sangat parah. Siapa yang menangani ini? Biasanya kita menggantungkan harapan pada pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasannya. Kalau ini tidak ada jalan pintas yang diciptakan maka keadaannya makin lama makin ketinggalan.
Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?
Fred: Kita membina orang-orang yang memiliki program-program entrepreneur. Awalnya, seseorang melihat keadaan, mengenal lapangan, mempunyai ide cemerlang, mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah, tidak tergantung fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang itu akan kita bantu. Kita mencari orang-orang seperti itu.
Wimar: Berapa orang yang sudah dibina sejak 1989?
Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.
Wimar: Ini konsepnya internasional. Kalau dengan contoh konsep internasional, kita mungkin lebih mengerti social entrepreneur itu?
Fred: Kalau kita melihat social entrepreneur yang top adalah Muhammad Yunus dari Banglades dengan program di Grameen Banknya sehingga meraih hadiah Nobel. Idenya itu yang paling unik dan bagus.
Wimar: Kalau saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di daerah-daerah. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi di sana?
Fred: Saya kira mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat keadaan. Kemungkinan-kemungkinannya berbeda. Kendalanya juga berbeda. Jadi mereka sama sekali tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari mereka sendiri tumbuh ide, "Oh, keadaannya begini. Ini yang bisa saya lakukan."
Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?
Fred: Saya kira kita memang memilah-milah orang terutama berdasarkan penilaian,
  1. Apakah idenya itu baru?
  2. Apakah orang yang melakukan itu, menurut penilaian kami, mempunyai kemampuan?
  3. Bagaimana dampaknya ide tersebut? Kalau dampaknya kecil maka kita tidak tertarik.
Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu yaitu saat masih remaja, apakah bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah syarat-syarat yang ada pada diri Bob itu yang dicari ASHOKA?
Fred: Mungkin sifat-sifatnya iya, tapi bidangnya mungkin tidak. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sedangkan yang kita nilai adalah bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial.
Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?
Wimar: Jadi pertanyaannya bagaimana niat baik orang tersebut bisa dikontrol?
Fred: Pertama, kita memiliki jaringan yang cukup banyak sehingga dapat memberi informasi ke kita. Kedua, kita tentu memonitor bagaimana perkembangan selanjutnya dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA sendiri tidak mau banyak mengontrol. Kalau entrepreneur mau berkembang jangan terlalu banyak dikontrol, jadi kita hanya memonitor saja.

Dampak Perubahan Pemerintah
Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?
Fred: Sangat berbeda. Dulu kita untuk mendirikan ASHOKA harus mengumpet-umpet. Sekarang sangat leluasa
Bob: Iya ada perbedaan. Tapi Saya dari dulu tidak tertarik dengan pemerintah. Saya hanya ingin kami jangan terlalu banyak diatur-atur karena yang tahu mengenai usaha saya adalah saya.
Hadrijanto: Kalau kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman daerah juga sudah lebih terbuka.

sumber : perspektif.net

Kamis, 14 Januari 2010

Entrepreneurship : Beranikah Anda Membakar Kapal Anda ???

 id=
Dalam sejarah Islam ada panglima perang yang memiliki strategi luar biasa, benar-benar luar biasa karena tidak pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Panglima perang tersebut adalah Thariq Bin Ziyad yang pada tahun 97 H (sekitar tahun 710 Masehi) memimpin 7,000 pasukan Islam memasuki Spanyol yang dijaga oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja Roderick.

Untuk menyemangati pasukannya agar tidak gentar melawan musuh yang memiliki kekuatan jauh lebih besar, dan agar tidak ada satupun dari pasukaannya yang berpikir untuk ambil langkah mundur - apa yang di lakukan Thariq ?, dia membakar seluruh kapal-kapal yang dipakai pasukannya untuk mencapai pantai tenggara Spanyol. Ketika pasukannya bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan sang panglima ini, Thariq menjawabnya dengan pidato yang terkenal sbb :

“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian”.

Tekad yang sangat kuat untuk hidup mulia atau mati syahid “Isy Kariman au Mut Syahidan” inilah yang dapat membawa kejayaan Islam dari waktu ke waktu.

Kita tahu akhirnya dalam sejarah bahwa diawali oleh tekad yang sangat kuat dan kebergantungan kepada Allah semata tersebut, Islam menjangkau wilayah yang paling luas beberapa puluh tahun kemudian setelah strategi ini ditempuh Thariq dan pasukan-pasukannya.

Ketika cerita tentang Thariq ini diajarkan secara turun temurun baik di dunia Islam maupun diluar Islam, maka sekitar 800 tahun kemudian, kurang lebih sepuluh generasi setelah Islam masuk Spanyol – anak keturunan bangsa Spanyol yang bernama Hernando Cortez - pun meniru bulat-bulat strategi Thariq tersebut diatas ketika ia memimpin ekspedisi penaklukan ke Mexico.

Hernando Cortez yang memimpin expedisi penaklukan bangsa Aztecs untuk merebut emas dan harta-harta lainnya ini membakar keseluruhan 11 kapal yang digunakan untuk membawa pasukannya mencapai daratan Mexico . Dengan demikian tidak ada pikiran untuk mundur, jalan hanya satu arah yaitu maju kedepan.

Kita juga tahu hasil dari kebulatan tekat Hernando Cortez ini, sampai sekarang bahasa resmi yang dipakai di Mexico adalah bahasa Spanyol. Ini menunjukkan betapa berhasilnya Hernando Cortez meniru strategi Thariq Bin Ziyad dalam upayanya untuk menaklukkan Mexico yang menjadi jajahan Spanyol sampai beratus tahun kemudian.

Kalau seorang Hernando Cortez saja bisa belajar dan menikmati ke-sukses-an dari meniru strategi Panglima Perang Islam Thariq Bin Ziyad, masa kita umat Islam di masa kini tidak bisa mencapai kesuksesan dengan belajar dari keberhasilan tokoh pejuang sekaliber Thariq ini ?.

Kalaulah medan kita bukan atau belum medan perang saat ini, minimal strategi Thariq dengan membakar kapal ini bisa kita terapkan di tekad kita untuk membangun usaha, untuk meninggalkan tempat kerja yang kita ragukan ‘kebersihan’-nya misalnya.

Dari pengalaman saya berinteraksi dengan sekian banyak peserta Pesantren Wirausaha dan juga peserta yang ikut pelatihan CIED (Center for Islamic Entrepreneurship Development) , penghalang terbesar dari setiap peserta yang ingin menjadi entrepreneur adalah keberaniannya untuk benar-benar terjun ke usaha – serta benar-benar meninggalkan pekerjaan sebelumnya.

Pengalaman saya sendiri-pun menunjukkan demikian; tidak kurang dari enam kali usaha berwiraswasta yang saya lakukan diluar jam kantor - ketika saya masih aktif sebagai eksekuitif ; tidak satupun yang berhasil. Yang ketujuh, kedelapan dan seterusnya insyaallah berhasil karena kapal saya benar-benar saya bakar.

Untuk mencapai karir puncak di Industri asuransi & investasi di usia muda, dengan sangat bersusah payah saya peroleh gelar profesi yang paling tinggi di New Zealand , Australia dan Inggris. Sangat sedikit professional asuransi & investasi Indonesia yang mencapai pengakuan semacam ini. Namun sejak lahirnya fatwa MUI bahwa bunga bank haram awal 2004 ( Fatwa No 1 Tahun 2004 Tentang Bunga), tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan mengenai keharaman bunga bank dan produk-produk yang terkait dengannya di dunia finansial - maka pekerjaan saya sebelumnya harus saya tinggalkan.

Maka alhamdulillah kapal yang namanya gelar professional dan karir puncak di industri finansial tersebut telah habis saya bakar dua tahun lalu. Sejak saat itu, mirip yang dilakukan oleh Thariq dan juga Cortez, medan ‘pertempuran’ saya menjadi medan ‘pertempuran’ yang sama sekali baru. Tidak mudah, tetapi juga tidak mustahil – hanya pertolongan Allah-lah yang menjadikan yang sukar itu mudah.

Jadi bagi Anda yang ingin pindah quadrant dari pegawai/eksekutif ke pengusaha, bila Anda berani membakar kapal Anda, Insyallah Andapun juga bisa berhasil….!. Wa Allahu A’lam.

Ayo ... tmn2 yg mau berubah menjadi lebih baik & berani bakar kapalnya, saya tunggu cerita2nya ya, mdh2an bs menginspirasi tmn2 yg lain yg ingin jd pengusaha tp msh bertahan di zona "nyaman" ... yuks smangaattt ^^

written by : Muhaimin Iqbal

Senin, 14 Desember 2009

Perjalanan Outbond Survival Games TDA MM Depok

Bismillah ...
Tulisan kali ini saya mau membahas ttg pengalaman kel 3 dalam mengikuti survival games yg diadain TDA Depok waktu 12 Des 09. Dari iklan email yg dkrm pak teguh, mmg akan membuat siapapun yg membacanya tergiur untuk ikut acra tersebut. Pak Teguh yg pertama membuat acara ini ditujukan u tmn2 TDA Depok yg sdh biasa ikt rutin prtemuan d MM Depok sehingga memantapkan langkah mereka untuk menjadi pengusaha.
Acara ini di mulai dengan kumpul jam 06.30 d depot asri, berangkat k puncak jam 8 pagi. semua peserta sdh mmiliki presepsi masing2 u acara ini, begitupun saya, dipikiran itu spt apa games outbondnya ya??? sepanjang prjalanan qt semua bercengkrama dan diskusi sambil menikmati cemilan. Sang supir sempet bilang udah mba d abisin aja makanannya, krn nt ga akan sempet makan lg saking asyiknya main d puncak. Dsitu ketika mndengar perktaannya dlm pikiran qt oh gamesnya seru x sampe qt ga smpet makan. Akhirnya alhamdulillah qt sampe jg k cipanas puncak. lalu ...
setelah tiba dilokasi semua psrta dkumpulkan & mengisi biodata lengkap. Kemudian qt d bagi 5 kelompok,perkelompoknya 3 org, dimana i dpt kel 3, anggota timnya mas budi (ket kelompok) and mas syahrul.
Setelah pembagian kelompok usai, oo akhirnya qt tau apa yg hrs qt lakukan.... mantabs ... semua peserta terkaget2 oo ... but mau ga mau krn qt sdh ada dilokasi ga mungkin plg begitu saja d depok.
AKhirnya tiap kelompok ditempatkan d lokasi yg berbeda dengan tantangan yg berbeda juga. Alhamdulillah qt dpt tmpt d Rindu Alam. Mantap panasnya and qt bingung what must we do ??? akhirnya setelah ngobrol2 dg pedagang asongan aksesoris qt dpt formula spy scpatnya bs sampe depok. Alhamdulillah bbrp menit kemudian setelah sholat dzuhur qt mndapatkan lembar2 rupiah u ongkos pulang k depok. Semakin siang, udara smakin panas, dan jalan pun smakin dpadati kendaraan yg ke arah jakarta.
Jam 3 akhirnya qt mmutuskan turun k mesjid at taawun, istirahat sejenak lgsung melanjtkn plg k depok. Masya Allah ... macetnya ... parah banget, ada x 2 jam bis yg qt tumpangi ga bergerak sama skali.
Akhirnya spanjang perjalanan qt bertiga diskusi dan mencoba mencari hikmah dari outbond ini.Bercengkrama dan saling memotivasi bertukar pengalaman d usaha masing2. Subhanallah ... banyak hikmah yg dperoleh selama mengikuti kegiatan ini. Walopn pas sampe bogor harapan qt terakhir pake kreta ke depok ternyata pas sampe stasiun bogor kereta terakhir sdh berangkat .... masya Allah ujian lagi nih .... qt bertiga hny bs tersenyum dan saling tertawa ^^
Dalam waktu sekian menit akhirnya qt mmutuskn pulang pake carter angkot, coz dah ga ada uang dsaku, kl nyarter kan tinggal bayar d tempat, betul !!! akhirnya alhamdulillah qt sampe depok jam 23.00, pak teguh & tmn2 panitia yg lain dah pd khawatir krn qt kel terakhir yg sampe depok.
Pelajarn dari oubtond ini :
1. Panitia harus bisa menginformasikan secara jelas ttg kegiatan yg akan dilaksanakan, sehingga peserta dapat mempersiapkan fisik dg optimal, krn kmrn ada bbrp peserta yg blm sarapan, padahal kondisi medan membutuhkan fisik yg kuat.
2. Kegiatan ini melatih peserta untuk kreatif dan memiliki mental pengusaha. Disini qt dhadapkan dengan kondisi yg betul2 mengharuskan kita jadi pengusaha dan harus action.
3. u memulai usaha sebaiknya jgn pinjem ke bank u modal pertama kali, karena resikonya cukup besar. Kl bisa di usahakan menggunakan dana investor sehingga meminimalkan resiko terkait dengan kolektor.
4. Selalu belajar disekeliling qt, baik dari orang-orang terdekat atau disekeliling qt. Qt dpt pelajaran dari tukang gemblong dan tukang aksesoris, mereka begitu ikhlas berjuang setiap hari mengumpulkan rupiah untuk menghidupi keluarganya. Subhanallah qt termotivasi dari cerita mereka. Melihat semangat dan senyum mereka walopun d wajahnya tergambar guratan2 yg membuat mereka terlihat lebih tua dari usianya, membuat kami bertiga semakin termotivasi dan bersyukur kepada-Nya, atas semua nikmat dan kesempatan dalam menjalani hidup. Dibanding mereka kami msh beruntung memiliki keluarga yg peduli, pendidikan yang cukup dan tempat tinggal yg nyaman. Subhanallah ... hikmah itu selalu hadir ketika qt dekat dengan orang-orang yg selalu bersyukur dalam menjalani hidup.
5. perbanyaklah silaturahmi, dengan silaturahmi betul-betul membuka jalan rizki, dari pengalaman kami bertiga dengan banyaknya cerita, masing2 jd bertukar informasi dan ada peluang untuk rizki bagi masing2 kami.
Intinya dari perjalanan outbond ini, kita sebagai pengusaha harus siap dengan segala kondisi dan berbagai kemungkinan hidup. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan tejadi esok hari. Dan tentunya tak lepas selalu senantias keep positif thinking u semua kondisi sehingga hal ini akan membuat qt senantiasa positif dalam dan energi kita tidak habis oleh sikap negatif thinking. Pokoknya dalam kondisi apapun pasti ada hikmah yg ingin Allah berikan u hamba-hamba-Nya.
so ... ttp semangat ya jadi pengusaha .... yuk qt sebarkan terus virus-virus ia, entrepreneur ke seluruh penjuru indonesa sehingga bangsa ini bisa benar2 mandiri dengan menjadi pengusaha. aamiin