Pages

Senin, 07 Juni 2010

Lahan Tidak Bagus ??? Gimana Dunk ???

Smangat pagi !!! Halo sahabat properti, kali ini i ambil sebuah tulisan tentang bagaimana jika kita memiliki lahan yang kurang bagus. Jangan dulu berkecil hati lho, karena disini akan dituliskan bagaimana mensiasati hal tersebut sehingga lahan kita akan terlihat cantik & laris semua rumahnya. Ok, kita mulai dari cerita di bawah ini yaks, moga bermanfaat.

GADIS BERAMBUT 32 HELAI

Konon pada suatu ketika, di kerajaan Harmoni Raya hidup seorang ibu tua dengan seorang anak gadis semata wayangnya. Ibu itu hidup bahagia berdua saja dengan anaknya itu. Akan tetapi menjelang anak gadisnya tumbuh dewasa, ada perasaan yang membuat gundah ibu tua itu kala memikirkan masa depan anaknya.

Hal itu dikarenakan paras rupa anak gadisnya sangatlah jelek.., saking jeleknya konon rupa anaknya digambarkan hanya mempunyai rambut 32 helai. Dengan kondisi yang begitu apakah nantinya ada jejaka yang mau mempersunting anaknya..?

Si Ibu tua tidak lantas menyerah dan berhenti berharap, dia lantas berpikir dengan keras untuk mengusahakan masa depan anaknya kemudian setiap hari Si Ibu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan jalan keluar dari kesulitannya itu.


Akhirnya dengan doa yang terus menerus, yang pertama muncul di hati Si Ibu adalah suatu HASRAT KEINGINAN akan doanya suatu saat bisa terkabul. Dan semakin lama berdoa bertambah lagi perasaan di hati si Ibu KEYAKINAN bahwa nanti bukan saja jejaka sembarangan yang akan mempersunting anaknya. Melainkan bahkan sang Raja dari negeri itu sendiri . Lo bagaimana Bisa..?

Rupanya Si Ibu sudah mendapatkan ilham dari yang Kuasa tentang bagaimana cara membuat anak putrinya dapat dipersunting raja.

Setelah merasa waktunya sudah cukup, dipanggilah anak gadis tersebut kemudian si Ibu mengutarakan maksud hatinya untuk menjodohkan si anak dengan sang raja. Dan setelah mendengarkan maksud ibunya si anak juga setuju untuk melakukan ritual yang akan dilakukan.

Pertama-tama dihiaslah anak gadinya itu dengan sangat cantiknya. Tetapi aneh, yang dihias ternyata cuma sebatas jari tangannya saja.. dan memang jadi sangatlah cantik dan menawan jari anak gadis itu. Kukunya dipotong rapi dan dicat dengan menarik, ditambah sedikit painting dan cincin emas berlian menghias jari-jarinya. Belum lagi aroma bau harum yang semerbak..

Tetapi toh tetap saja anak tersebut masih jelek..! tapi tunggu dulu, si Ibu kemudian mengambil kurungan yang rapat dan dimasukannya si anak kedalam kurungan, dan hanya dikeluarkannya jari-jarinya saja.

Hmm.., sekarang kecantikan anak itu muncul karena cuma terlihat hanya jari-jari lentik dan harum yang amat sangat menarik.

Setelah memasukan anaknya ke dalam kurungan si Ibu pergi berkeliling ke seantero negeri untuk mengumumkan bahwa dia sekarang mempunyai seorang anak gadis yang sangat cantik, yang bahkan kecantikannya bisa membuat silau para bidadari.

Tanpa henti-henti dan tiada mengenal lelah si Ibu terus mempromosikan kecantikan anaknya ke semua orang di negeri itu. Dan orang-orang pun mulai berdatangan ke rumah si Ibu untuk menyaksikan kecantikan anaknya.

Alkisah cerita tentang kecantikan anak gadis si Ibu tersebut akhirnya sampai juga ke telinga raja yang memang sedang mencari jodoh, dan sang raja akhirnya berkenan juga untuk pergi menyaksikan sendiri kecantikan gadis tersebut.

Dengan iring-iringan bala tentara kerajaan, sang raja datang ke rumah si Ibu dan menyaksikan sendiri akan kecantikan jari-jari si gadis. Menyaksikan kecantikan jari itu angan sang raja ikut melambung membayangkan kecantikan si gadis. Jika jarinya saja demikian cantik apalagi rupa paras si gadis? Mungkin memang kecantikannya bisa menyaingi bidadari kahyangan, demikian angan sang raja.

Akhirnya sang raja tidak dapat menahan keinginannya untuk dapat melihat rupa si gadis secara langsung, dan sang raja meminta pada si Ibu supaya membuka kurungannya.
Si Ibu dengan mantap dan percaya diri akhirnya membuka juga kurungan si gadis… Dan terjadilah MIRACLE (keajaiban). .!

Rupanya berkat DOA si Ibu yang terus menerus memohon dan besarnya HASRAT KEINGINAN dan KEYAKINAN dari si Ibu turunlah para bidadari kahyangan menitis ke dalam tubuh si anak gadis. Dan terperanjatlah mata semua orang termasuk sang Raja menyaksikan kecantikan anak gadis tersebut.

Akhir cerita dongeng, akhirnya si anak gadis dipersunting oleh sang raja dan hidup bahagia bersama dengan ibunya di istana kerajaan.

Cerita tersebut diatas hanyalah sebatas dongeng yang tidak jelas asal usulnya.
Yang perlu kita cermati adalah bahwa cerita itu sangat pas jika dibuat untuk menggambarkan tentang konsep dasar pengembangan dari sebuah proyek real estate. Apa hubungannya. . ?

Diibaratkan kita sebagai pengembang adalah si Ibu tua, dan proyek yang akan kita garap sebagai si gadis kemudian calon costumer adalah sang raja.

Seperti ibu tua, kita juga mengharapkan proyek yang akan kita garap walaupun masih jelek dapat segera laku dijual. Awalnya jika masih berupa tanah kosong atau masih berupa hutan, proyek kita amatlah jelek (gadis rambut 32 helai). Tetapi kita dapat membuat sang raja (costumer) tertarik dengan cukup hanya membangun sebagian dari infra kita (jari) yang mewakili seluruh gambaran dari proyek kita tersebut. Infra (jari) yang kita bangun haruslah sangat cantik sehingga dapat melambungkan angan-angan siapa saja yang melihatnya.

Dengan hanya membangun sebagian infra kita sudah dapat melakukan promosi dan mengajak calon costumer yang datang untuk membayangkan kecantikan seluruh proyek. Biarkan angan dari costumer sendiri yang akan membayangkan kecantikan proyek kita. Sehingga terjadi booming pembelian (perkawinan) di awal proyek pada saat semua masih di angan-angan.

Pada saat proyek masih belum jadi (rupa gadis masih jelek) kita sudah konsisten melakukan positioning produk untuk target costumer tertentu (positioning gadis buruk rupa untuk menjadi istri raja) disertai HASRAT KEINGINAN dan KEYAKINAN yang kuat dari kita (si Ibu). Hasrat keinginan dan keyakinan yang kuat disertai dengan doa yang terus menerus bisa mendatangkan Miracle (keajaiban).

Miracle (keajaiban) yang terjadi adalah dengan adanya booming pembelian, timbul piutang yang menggelembung dan pada akhirnya bisa kita realisasikan pencairan dananya untuk modal kita mempercantik (membangun) keseluruhan proyek.

Percaya tidak percaya, begitulah kira-kira... TETAP SEMANGAT.

sumber : milis yukbisnisproperti
penulis : Ari Wibowo (Jin properti-PKP)

Minggu, 06 Juni 2010

Urus Perizinan Lahan Di Kota Bandung

URUS PERIJINAN LAHAN LUAS DIBAWAH 1 HEKTAR DI KOTA BANDUNG

Jika anda berniat memulai bisnis properti lahan luasan kecil di Kota Bandung, pengalaman kami mengurus perijinan untuk lahan seluas 3100 m2 di Kelurahan Jatihandap Kec. Mandalajati Kota Bandung ini barangkali bisa menjadi masukan bersama.

Instansi yang menjadi tempat mengurus Perijinan di Kota Bandung adalah BPMPPT (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu), khususnya Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya cq. Bidang Perencanaan.

Syaratnya adalah bukti kepemilikan hak berupa copy sertipikat dan copy identitas pemohon. Jika anda belum membayar lunas lahan yang mau dikembangkan, lampirkan copy PPJB, copy Kuasa Menjual dan copy Kuasa Mengurus.


RESI PENGUKURAN
Langkah pertama adalah kita mengajukan permohonan pengukuran ke DTR CK Bidang Perencanaan cq Bagian Pengukuran. Dimana mereka akan menerjunkan petugas surveyor guna mengukur luas fisik existing lahan yang kita miliki di lapangan, dicocokkan dengan data luasan sertipikat. Output dari tahapan ini adalah berupa Resi Pengukuran yang menyebut soal data luasan hasil ukur dan juga data ketinggian DPL (dari permukaan laut). Waktunya lebih kurang 2 minggu.

KRK (KETERANGAN RENCANA KOTA)
Dengan bekal Resi Pengukuran, selanjutnya kita mengajukan penerbitan REKPER (Rekayasa Perencanaan) atau dikenal juga sebagai KRK (Keterangan Rencana Kota). Lampiran terpenting di tahapan ini tentu saja rencana siteplan yang sudah kita buat. Karena outputnya sebenarnya berupa pengesahan siteplan.
Pada saat ajukan RekPer akan diverifikasi apakah lahan bersisian dgn; Sungai, Jalan Raya kelas negara, atau Rel KA. Jika kena maka butuh ADVIS TEKNIS dari masing-masing instansi terkait. Misal; Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, PT KAI, DLLAJR. Advis Teknis mesti diurus dahulu sebelum permohonan RekPer diproses.

Pengurusan KRK atau Rekper memakan waktu kisaran 2 - 3 minggu, dan nanti outputnya berupa Pengesahan Gambar Site Plan yang dilampiri ketentuan ketentuan teknis seperti; KDB (koefisien dasar bangunan), KLB (koefisien lantai bangunan), KTB (koefisien tinggi basement), KDH (koefisien dasar hijau), juga menyebut jumlah massa bangunan yg diijinkan berdasarkan ketentuan tabulasi kavling.

Info tembahan; dalam KRK juga mesti ditampilkan rencana outlet pembuangan air kotor yang mesti terkoneksi ke
saluran riol (brandgang). Dan di Kota Bandung, saluran riol ini tak boleh diletakkan di muka kavling atau mepet jalan, tapi justru dibelakang kavling.

DATA UKUR VERSI BPN
Tahapan setelah terbit KRK, maka kita juga mesti mendapatkan data hasil ukur luasan lahan versi BPN. Meskipun kita juga sudah memegang data Resi Pengukuran versi DTR CK (Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya). Data ukur versi 2 instansi ini dilampirkan untuk berkas permohonan IPPT.

IPPT (IJIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH)
Setelah terbit KRK, baru bisa diajukan permohonan IPPT (Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah), yang memakan waktu 2 minggu dan outputnya berupa IPPT yang ditanda tangani oleh Kepala BPPT atas nama Walikota Bandung. Dalam IPPT ini akan diperoleh data tabel luasan max bangunan yang diijinkan dan daftar persil yang merinci blok dan no kavling.

IMB (IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN)
Setelah KRK dan IPPT terbit, baru bisa dilakukan pengajuan IMB. Tentu saja mesti melampirkan rencana denah tampak bangunan sesuai luasan yang direncanakan, lengkap dengan gambar kerjanya. Retribusi IMB di Kota Bandung relatif mahal, tapi waktu pengurusan normal 2 minggu. Kita bisa mengurus IMB Induk terlebih dahulu atau langsung IMB pecahan per kavling.

Demikian info yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

sumber ; milis yukbisnisproperti
penulis : Ari Wibowo (Jin AW - PKP)
URUS PERIJINAN LAHAN LUAS DIBAWAH 1 HEKTAR DI KOTA BANDUNG

Jika anda berniat memulai bisnis properti lahan luasan kecil di Kota Bandung, pengalaman kami mengurus perijinan untuk lahan seluas 3100 m2 di Kelurahan Jatihandap Kec. Mandalajati Kota Bandung ini barangkali bisa menjadi masukan bersama.

Instansi yang menjadi tempat mengurus Perijinan di Kota Bandung adalah BPMPPT (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu), khususnya Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya cq. Bidang Perencanaan.

Syaratnya adalah bukti kepemilikan hak berupa copy sertipikat dan copy identitas pemohon. Jika anda belum membayar lunas lahan yang mau dikembangkan, lampirkan copy PPJB, copy Kuasa Menjual dan copy Kuasa Mengurus.


RESI PENGUKURAN
Langkah pertama adalah kita mengajukan permohonan pengukuran ke DTR CK Bidang Perencanaan cq Bagian Pengukuran. Dimana mereka akan menerjunkan petugas surveyor guna mengukur luas fisik existing lahan yang kita miliki di lapangan, dicocokkan dengan data luasan sertipikat. Output dari tahapan ini adalah berupa Resi Pengukuran yang menyebut soal data luasan hasil ukur dan juga data ketinggian DPL (dari permukaan laut). Waktunya lebih kurang 2 minggu.

KRK (KETERANGAN RENCANA KOTA)
Dengan bekal Resi Pengukuran, selanjutnya kita mengajukan penerbitan REKPER (Rekayasa Perencanaan) atau dikenal juga sebagai KRK (Keterangan Rencana Kota). Lampiran terpenting di tahapan ini tentu saja rencana siteplan yang sudah kita buat. Karena outputnya sebenarnya berupa pengesahan siteplan.
Pada saat ajukan RekPer akan diverifikasi apakah lahan bersisian dgn; Sungai, Jalan Raya kelas negara, atau Rel KA. Jika kena maka butuh ADVIS TEKNIS dari masing-masing instansi terkait. Misal; Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, PT KAI, DLLAJR. Advis Teknis mesti diurus dahulu sebelum permohonan RekPer diproses.

Pengurusan KRK atau Rekper memakan waktu kisaran 2 - 3 minggu, dan nanti outputnya berupa Pengesahan Gambar Site Plan yang dilampiri ketentuan ketentuan teknis seperti; KDB (koefisien dasar bangunan), KLB (koefisien lantai bangunan), KTB (koefisien tinggi basement), KDH (koefisien dasar hijau), juga menyebut jumlah massa bangunan yg diijinkan berdasarkan ketentuan tabulasi kavling.

Info tembahan; dalam KRK juga mesti ditampilkan rencana outlet pembuangan air kotor yang mesti terkoneksi ke
saluran riol (brandgang). Dan di Kota Bandung, saluran riol ini tak boleh diletakkan di muka kavling atau mepet jalan, tapi justru dibelakang kavling.

DATA UKUR VERSI BPN
Tahapan setelah terbit KRK, maka kita juga mesti mendapatkan data hasil ukur luasan lahan versi BPN. Meskipun kita juga sudah memegang data Resi Pengukuran versi DTR CK (Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya). Data ukur versi 2 instansi ini dilampirkan untuk berkas permohonan IPPT.

IPPT (IJIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH)
Setelah terbit KRK, baru bisa diajukan permohonan IPPT (Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah), yang memakan waktu 2 minggu dan outputnya berupa IPPT yang ditanda tangani oleh Kepala BPPT atas nama Walikota Bandung. Dalam IPPT ini akan diperoleh data tabel luasan max bangunan yang diijinkan dan daftar persil yang merinci blok dan no kavling.

IMB (IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN)
Setelah KRK dan IPPT terbit, baru bisa dilakukan pengajuan IMB. Tentu saja mesti melampirkan rencana denah tampak bangunan sesuai luasan yang direncanakan, lengkap dengan gambar kerjanya. Retribusi IMB di Kota Bandung relatif mahal, tapi waktu pengurusan normal 2 minggu. Kita bisa mengurus IMB Induk terlebih dahulu atau langsung IMB pecahan per kavling.

Demikian info yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

Bagaimana Urus Izin Perumahan di Depok ?

URUS IJIN LAHAN DIBAWAH 1 HEKTAR DI KOTA DEPOK

Berikut sharing dari saya yang pernah mengembangkan lahan seluas 6.400 m2 di Kelurahan Ratujaya Kecamatan Pancoran Mas Kota DEPOK. Tepat di tepi rel KA, yang bersisian dengan jalan raya arah Citayam.

Lahan dibeli oleh PT dimana saya selaku Dirutnya. Sehingga skenario legalnya; kami lakukan PPJB lunas disertai Kuasa Menjual, Kuasa Mengurus dan Kuasa Membangun. Kemudian oleh notaris dilakukan penurunan hak dari SHM menjadi SHGB terlebih dahulu. Setelah berstatus SHGB, barulah kami lakukan AJB PPAT dan nama PT dimasukkan (balik nama). Waktu itu skenario ini kami pilih karena pemilik menjual lahan dengan kepentingan mau ikut suaminya pindah ke Jepang. Kami takut nanti ada urusan yang tak bisa selesai tanpa menghadirkan pemilik jika kami memakai skenario PPJB dan Kuasa Jual saja.


IJIN WARGA
Berbekal SHGB atas nama PT, dan dilampiri data data PT selaku badan hukum, kami mengurus Ijin Warga, yaitu pernyataan tidak keberatan dari warga yang berbatasan langsung dengan lokasi kami, dan tentu saja diketahui Ketua RT, Ketua RW, dan Lurah. Untuk memudahkan pengurusan ini, kami memakai jasa staf kelurahan dan tahunya terima beres.

REKOMENDASI KECAMATAN
Setelah Ijin Warga yang diketahui RT, RW, Lurah di tangan, kita mengajukan Rekomendasi ke Kecamatan, yaitu Rekomendasi untuk membangun perumahan di lahan yang kami miliki.
Pengurusan sangat cepat, kisaran 1 minggu saja sudah selesai. Biaya juga wajar dan proporsional.

IPR (IJIN PEMANFAATAN RUANG)
Tahapan berikutnya adalah mengajukan IPR ke Badan Pelayanan Perijinan Terpadu cq Dinas Tata Kota. Dimana nantinya DTK akan mengirim tim kecil guna mensurvei lokasi kita dan mengecek batas batas lahan yang kita kuasai, serta verifikasi secara de facto benarkah kita sebagai pemilik lahan. IPR terbit kisaran 2-3 minggu, dilengkapi advis planologi yang berisi; efektif lahan yang diijinkan, KDB, GSB dll. Ada retribusi resmi yang kita bayar dalam pengurusan IPR.

PEIL BANJIR
Setelah IPR terbit, kita mesti mengurus peil banjir di Dinas Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA). Relatif cepat, kisaran 1 minggu bisa kita peroleh.

BERITA ACARA PENYERAHAN TANAH MAKAM
Selain peil banjir, kita juga mesti menyediakan alokasi lahan makam seluas 2% x luasan lahan yang kita ajukan IPR. Tak mesti lahan bersertipikat, tapi masih status Girik atau Letter C juga diperbolehkan. Lahan makam mana yang bisa kita bebaskan, biasanya sudah diarahkan oleh staf DTK. Lakukan Pelepasan Hak melalui Kepala Desa atau Lurah tempat tanah makam berada, maka SPH (Surat Pelepasan Hak) tersebut sudah cukup menjadi dasar buat kita menyerahkan ke Badan Aset Daerah guna dibuatkan Berita Acara Penyerahan Tanah Makam.

Catatan;
UKL UPL tidak diminta karena luasannya kecil. Amdal Lalin (lalu lintas) tidak diperlukan kecuali lahan berada ditepi jalan kelas propinsi atau negara.

PENGESAHAN SITE PLAN
Setelah memiliki IPT, Peil Banjir, dan Berita Acara Penyerahan Tanah Makam, maka kita bisa mengurus pengesahan Site Plan di DTK. Ada retribusi resmi yang harus dibayar dalam pengurusan ini. Siteplan selesai kisaran 2-3 minggu, dimana siteplan ditanda tangani oleh Kepala BPPT atas nama Walikota Depok.

IMB (IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN)
IPR adalah dasar buat mengajukan IMB, tentu saja dengan lampiran copy SHGB Induk. Di kota Depok, jika anda mengurus IMB atas nama PT, maka seluas apapun bangunan yang akan diajukan IMB nya, mesti ada audiensi dengan Walikota. Sementara kalau IMB atas nama perorangan hanya bangunan diatas 200 m2 yang mesti audiensi dengan Walikota. Retribusi IMB di Kota Depok relatif mahal. Dan menunggu jadwal audiensi dengan Walikota juga bisa membikin hati senewen. Tapi begitu sudah dapat jadwal audiensi, maka hanya dalam hitungan 1-2 hari, IMB anda sudah bisa terbit.

SPLITSING SHGB
Sambil mengajukan IMB, kita bisa mengurus pemecahan sertipikat jika anda menghendakinya. Dasar pecah ke BPN adalah siteplan yang sudah disahkan oleh Pemkot Depok (DTK). Meski anda juga bisa memilih tetap memakai SHGB Induk dan baru dipecah jika sudah terjadi AJB PPAT dengan konsumen.

Demikian yang bisa saya sharingkan. Semoga bermanfaat.

Kalau perlu sharing soal urus Ijin di Depok untuk lahan luasan besar yang lebih rumit karena ada Ijin Lokasi, nanti saya sharingkan juga. Karena saya pernah mengurus Ijin Lokasi seluas 15 hektar di Kleurahan Bojongsari Kecamatan Sawangan DEPOK.

Terima kasih.

Sumber : milis yukbisnisproperti
penulis : Ari Wibowo (Jin Properti)

Senin, 24 Mei 2010

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu….” (Al-Hujurat: 10)

Tiada kata seindah ukhuwah atau kebersamaan. Begitu banyak cerita hikmah yang bercerita tentang indahnya ukhuwah, apalagi jika ukhuwah dilandasi karena Allah. Ketika hal itu sudah benar-benar terjadi, maka apapun masalah yang kita hadapi dalam kebersamaan pasti akan dapat diselesaikan dengan baik. Fitrah manusia ingin selalu diperhatikan, ingin selalu di nomor satukan, ingin selalu dimengerti, dipahami, didengarkan, dsb. Tidak salah ketika diri ini ingin diperhatikan atau di dengarkan. Tapi ada saatnya hal ini harus kita kesampingan, yaitu ketika kita berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain. Apalagi ketika kita sudah berkomitmen membentuk sebuah tim, otomatis kita akan berinteraksi dengan banyak orang. Dimana semakin banyak kepala tentunya semakin banyak kepentingan dan pemikiran.
Bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah tim yang solid, tapi bukan berarti itu tidak mungkin. Ketika kepentingan dan visi tidak sejalan, otomatis misi dalam tim itu tidak akan tercapai. Senang, sedih, kecewa, marah, gembira, semangat, dan berjuta rasa akan kita dapatkan ketika kita mulai membentuk atau bekerja dalam sebuah tim. Hal ini wajar, karena memang di dalam satu tim berisi banyak kepala dan kepentingan. Yang pastinya akan penuh diwarnai perbedaan.
Bukan hal yang mustahil ketika perbedaan itu muncul akan menyebabkan perpecahan. Ketika ego masing-masing anggota sudah berbicara, maka emosi yang akan bertahta. Masalah kecil sekalipun akan menjadi masalah besar, ujung-ujungny adalah saling menyalahkan.
Tapi hal ini bisa kita hindari jika semuanya kembali mengingat visi utama qt membuat sebuah tim. Coba masing-masng pihak bertanya, untuk apa saya dsini ?? untuk apa saya bergabung dg tim ini ?? apa tujuan akhir dari tim ini ??
Prinsip seorang muslim, dimanapun dia berada atau dia beraktifitas selalu berlandaskan karena-Nya. Masalah apapun yang dihadapi selalu dikembalikan kepada sang pemberi masalah yaitu Allah SWT. Karena tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, hanya terkadang diri kita sendiri yang menyebabkan solusi itu tertutup oleh ego kita sendiri.
Begitupun dalam sebuah tim,

Jumat, 21 Mei 2010

Antara Kondisi Lapangan, Teori dan "Katanya"

Bisnis properti, sudah banyak buku yang membahasnya, mulai dari cara konvensional sampai dengan ala otak kanan. Selain buku, pelatihan, seminar bahkan sampai coaching pun ada yang membahas bagaimana menjadi seorang pebisnis di properti. Baik itu mau jadi developer, jual beli apartemen, jual beli ruko, dsb. Tidak sedikit orang yang sudah mengikuti pelatihan atau seminar tersebut dengan harapan ingin menjadi pengusaha di property. Bahkan tidak sedikit yang berani bayar mahal untuk mendapatkan ilmu bagaimana menjadi pengusaha property.
Di sisi lain, tidak sedikit pasca pelatihan bingung bagaimana memulai untuk actionnya. Memulai sesuatu yang baru memang bukan hal yang mudah jika dalam diri kita belum benar-benar meyakini bahwa inilah jalan untuk menjadi sukses.

Selasa, 18 Mei 2010

Indahnya Perbedaan, Refleksi 2 tahun Pasca Lulus jadi Mahasiswa UPI

Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebenaran dn ketakwaan. (QS. Al Ashr )
19 April 2006 merupakan salah satu hari bersejarah bagi saya, karena hri itu tepat i diwisuda jadi S1 dan status mahasiswa pun berganti. Berbagai rasa i rasakan, antara senang, sedih, bingung, dan bangga. Kenapa ?? senang karena akhirnya bisa merasakan yang namanya wisuda pake baju toga di foto bareng keluarga & melihat senyum orang tua & orang-orang tercinta. Sedih karena akan meninggakan kampus tercinta, saudara seperjuangan dan adik-adik dengan segudang amanah yang harus mereka selesaikn. Bingung, abis lulus ngapain ya ??? hee... klasik banget ya. Terus kl bangga, karena i bisa menyelesaikan semua amanah akademik dengan baik & bisa membuat ortu tersenyum lega melihat ananya wisuda. Tidak selang lama lulus dr kampus, akhirnya i memutuskan untuk pindah ke pamulang bantuin kaka sekaligus cari pegalaman jadi guru privat & TPA. Hal ini hanya berjalan selama 3 bulan setelah itu i pindah dan dapet kerjaan di DT Bandung sebaga fasilitator Babysitter. Banyak ilmu yang i perleh terkiat dengan persiapan kita sebagai seorang ibu, mulai dari perkembangan anak, psikologi rumah, cara mengurus bayi dan balita dan subhanallah banyak juga kasus baby sitter dengan majikannya. Selama pelathan ini banyak perbedaan yang muncul, tapi disni kami berusaha menjadi tim yang kompak untuk mengelola peserta supaya mereka nyaman dan betah mengikuti program pelatihan ini.

Selesai jadi fasilitator, syawal 1428 i dapat tawaran untu kerja di perusahaan konsultan di jakarta. Awalnya belm terbayang tugasnya apa, but ga ada salahnya kita coba. Akhirnya 1 november 2006 resmilah i jadi karyawan di SEM Institute perusahaan konsultan managemen strategis. Dimana perusahaan ini merpakan konsultan independen yang tugasnya melakukan riset atau penelitian untuk mengukur kinerrja sebuah instansi.
Klien kami pun mulai dri Bank Indonesia, Pemda DKI, Bank mandiri, dan lembaga-lembaga lainnya. Selama di SEM banyak suka duka yang i jalani, dan perbedaan tentunya bukan hal yang tidak mungkin. Tapi kembali di sini kita mulai mengerti tugas masing-masng, akan hak dan kewajiban masing-masing, sehingga semua tugas dapat dikerjakan dengan baik. Bahkan i rasakan di SEM ini seperti keluarga kedua, banyak hal yang i dapatkan bukan sekedar jadi seorang karyawan. Tapi senyaman mungkin kondisi di kantor, tetap jiwa ini tdk bisa dipungkiri ada rasa yang belum bisa menemukan kenyamanan. Dan hal ini tidak bisa i dapatkan di SEM. Akhirnya tepat 1 Agustus 2008 i memutuskan resign jadi karyawan dan mulailah bergabung bersama teman-teman yang punya cita-cita sama yaitu jadi pengusaha di EInvest Institute.
EInvest Institute lahir bukan karena satu atau dua orang,melainka karena ada campur tangan banyak orang, mungkin sekitar 20 orang pendiri EI. Di awali dengan visi dan misi yang sama kami semua bergerak dengan semangat untuk mewujudkan impian untuk hidup lebih baik dan tentunya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Akhirnya lahirlah EI sebagai sebuah lembaga pelatihan entrepreneur dan invetasi suatu wadah bagi temen-temen yang mau jadi pengusaha and mengembangkan usahanya. Tentunya dengan banyaknya kepala di EI memang banyak sekali perbedaan tapi karena kita punya visi yang sama kami bisa terus bertahan dan terus bergerak. Perbedaan yang ada kami jadikan kekuatan dan latihan untuk saling memahami dan bertoleransi atas perbedaan yang ada.
Seiring dengan berjalannya waktu, sifat masing-masing mulai terlihat, masalah demi masalah timbul, gesekan sesama personil mulai terlihat. Seperti kata pepatah semakin besar pohon maka akan semakin besar anginnya. masalah demi masalah pun muncul dan semakin terliht mana yang bertahan dan tidak. Temen - temen yang mmerasakan masalah ini berat dan sudah berubah visinya satu persatu berguguran. Kembali perbedaan yang di angkat, terlalu banyak perbedaan sehingga menyebabkan banyak gesekan dan yang tidak kuat akan keluar dengan sendirinya.